Tips Memberikan Obat Pada Anak

Saya masih ingat rasa mengerikan dari obat kental, berkapur, dan berwarna putih yang akan diresepkan oleh dokter anak saya secara rutin ketika saya menderita radang tenggorokan saat masih kecil. Hanya dengan melihat botol obat membuatku ingin lari dan bersembunyi. Untungnya bagi orang tua saya (dan kesehatan saya), saya dengan enggan meminum antibiotik saya setelah beberapa menit memohon untuk tidak mengonsumsi obat tersebut. Saya terbiasa dengan stres yang dialami orang tua (dan anak-anak) ketika tiba waktunya untuk memberikan obat, terutama dengan anak yang tidak mau. Selama bertahun-tahun saya telah mempelajari beberapa trik yang akan membantu anak-anak mengonsumsi obat dengan aman dan efektif. Anda juga bisa kunjungi apoteker online untuk mendapat obat terbaik. Sebenarnya apoteker online adalah salah satu solusi terbaik dalam membeli obat untuk keluarga Anda.

Inilah 9 tips untuk membantu anak Anda minum obat:

1. Beri pilihan. Ketika anak-anak merasa sakit, mereka kehilangan kendali, jadi ada gunanya memberi mereka pilihan. Kita tahu minum obat bukan pilihan, tapi Anda bisa memberi anak Anda pilihan-pilihan ini:

Bagaimana mereka mengambilnya (dari jarum suntik atau cangkir)
Ketika mereka mengambilnya (sebelum atau sesudah mereka berpakaian)
Kemana mereka mengambilnya (di meja dapur atau duduk di sofa sambil menonton TV)
Kadang anak ingin minum obat sendiri atau dibantu pada saat-saat tertentu. Apapun keputusan Anda dan sikecil, pastikan Anda mengawasinya saat dia minum obat.

2. Jangan sampai tersedak. Perhatikan seberapa banyak anak Anda dapat menelan sekaligus untuk menghindari tersedak. Terkadang, dosis harus dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil.

Untuk bayi dan anak kecil, selalu semprotkan obat ke pipi bawah daripada ke belakang tenggorokan untuk mencegah tersedak. Biarkan bayi Anda menelan sebelum menyemprotkan lebih banyak. Obat harus selalu diberikan dalam posisi tegak atau duduk untuk mencegah tersedak.

3. Jelaskan mengapa obat membantu. Jika sikecil sudah bisa memahami penjelasan Anda, jelaskanlah manfaat obat tersebut kepadanya. Saya baru-baru ini mengasuh keponakan saya yang berusia 4 tahun, yang sedang menjalani pengobatan antibiotik untuk infeksi telinga. Ketika saya mengeluarkan botol obat merah muda, dia berkata, “Tidak, itu menjijikkan.” Saya bertanya apakah dia tahu mengapa dia perlu minum obat dan dia mengangkat bahu. Kami berbicara tentang obat yang membantu telinganya untuk merasa lebih baik sehingga dia bisa kembali ke prasekolah dan bermain dengan teman-temannya, yang merupakan tiket untuk membawanya ke kapal dengan meminum obat merah jambu yang menjijikkan.

4. Bersikaplah positif. Dekati situasi dengan sikap positif. Pujilah sikecil saat ia minum obat tanpa masalah. Jadikan suasana minum obat menyenangkan, bukan seperti saat menjalani hukuman. Jangan pernah mengancam akan memberi anak “suntikan” jika mereka tidak minum obat.

5. Hargai anak Anda. Anak usia sekolah dapat dimotivasi oleh insentif. Jadikan anak Anda bagan bintang sehingga setiap kali mereka minum obat, mereka mendapatkan stiker. Anda dapat memutuskan berapa banyak stiker yang mereka butuhkan untuk mendapatkan hadiah pilihan mereka. Anda juga bisa membuat “peti harta karun” dengan mainan dan stiker kecil yang lucu sehingga mereka dapat memilih satu barang setelah minum obat setiap hari.

6. Tambahkan penyedap rasa. Sebelum mengambil resep anak Anda dari apotek, periksa apakah apoteker dapat menambahkan perasa pada obat, seperti ceri, anggur, atau semangka. Kalau bisa, biarkan anak memilih rasa obat.

7. Pilih pilihan cairan, kapsul atau kunyah. Bicaralah dengan dokter atau apoteker anak Anda tentang formulasi yang tersedia untuk obat tertentu. Terkadang obat datang dalam bentuk tablet kunyah, kapsul yang dapat dibuka dan ditaburkan di atas makanan atau pil yang dapat dipotong kecil-kecil dan mudah ditelan.

8. Jadikan minum obat menyenangkan dan kreatif. Menjadi kreatif! Anda perlu mengukur dosis yang tepat dalam semprit atau gelas obat dari plastik bening, tetapi tidak berarti bahwa anak-anak perlu mengambilnya dari alat tersebut. Mungkin mereka lebih suka mengambilnya dari cangkir teh, sendok pahlawan aksi keren atau cangkir kecil favorit mereka. Anda mungkin juga ingin bermain peran dan meminta anak Anda berlatih memberikan obat ke boneka atau boneka kesayangan.

9. Campur obat anak Anda dengan makanan biasa (jika memungkinkan). Menyamarkan rasa obat akan membantu dengan mencampurkannya dengan sirup cokelat, sirup pancake, puding, saus apel, atau yogurt. Alih-alih mencampur, Anda juga bisa meletakkan sedikit obat di atas sendok dan kemudian menutupinya dengan yogurt, saus cokelat, atau sedikit es krim, jadi hal pertama yang anak Anda rasakan adalah apa yang ada di atasnya, yaitu camilan yang enak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *